Fenomena makanan fusi Asia telah menjadi tren kuliner global yang signifikan, menggabungkan teknik memasak tradisional Asia dengan bahan-bahan, presentasi, atau rasa dari Barat atau kawasan Asia lainnya. Tren ini didorong oleh kreativitas chef Asia yang berani bereksperimen dan juga oleh permintaan pasar global akan rasa yang kompleks dan unik.
Popularitas FoodTech dan media sosial berperan besar dalam menyebarkan resep dan restoran fusi ini. Foto-foto makanan yang estetik (Instagrammable) dan mudah dibagikan di platform digital menjadikan hidangan fusi cepat viral, menarik wisatawan kuliner internasional.
Di metropolitan Asia, restoran fusi sering menawarkan pengalaman bersantap yang mewah, menggabungkan desain interior minimalis Jepang dengan elemen visual khas Asia lainnya. Hal ini menciptakan pengalaman gaya hidup yang all-in-one, di mana makanan, estetika, dan suasana semuanya menjual.
Meskipun demikian, kritikus sering mempertanyakan apakah hidangan fusi mempertahankan keaslian budaya asli. Namun, para pendukung berargumen bahwa fusi adalah evolusi alami dari masakan yang mencerminkan sejarah migrasi dan pertukaran budaya di Asia.
Fenomena makanan fusi Asia yang mendunia didorong oleh kreativitas chef dan permintaan rasa unik, disebarkan melalui media sosial dan FoodTech. Restoran fusi menggabungkan makanan lezat dengan pengalaman bersantap yang estetik dan mewah.

